Hilirisasi Produk Lokal Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Gambut di Muaro Jambi
Peluncuran produk olahan ikan asin Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki dalam program IMPLI di Muaro Jambi. (Foto: Istimewa)
Hilirisasi Produk Lokal Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Gambut di Muaro Jambi
Muaro Jambi – Perlindungan ekosistem gambut memerlukan masyarakat yang berdaya dan memiliki pilihan usaha yang berkelanjutan. Di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, upaya tersebut diwujudkan melalui hilirisasi potensi pangan lokal oleh Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki.
Setelah pendampingan sekitar dua bulan, kelompok berhasil mengembangkan ikan asin menjadi tiga produk turunan: keripik ikan asin, kentang mustofa ikan asin, dan rempeyek ikan asin. Inovasi ini meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemberdayaan sebagai bagian dari perlindungan gambut
Kegiatan ini merupakan bagian dari Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI), atau Pengelolaan Lahan Gambut Terintegrasi di Indonesia. Proyek melalui kemitraan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) tersebut bertujuan melindungi ekosistem gambut, melestarikan keanekaragaman hayati, dan menekan emisi gas rumah kaca.
Di tingkat tapak, tujuan lingkungan itu diterjemahkan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan mata pencaharian yang lebih berkelanjutan. Hilirisasi memberi ruang agar potensi lokal tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi tumbuh menjadi produk bermutu, legal, dan memiliki identitas pasar.
Produk lokal tumbuh dengan fondasi usaha
Produk Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki diperkenalkan pada 21 September 2026 di Hotel Divan. Berdasarkan informasi pelaksana, penguatan usaha juga mencakup sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga, Nomor Induk Berusaha, dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
Ifwan Adinata sebagai mitra kerja sama IMPLI turut mendukung proses hilirisasi agar hasil olahan kelompok semakin siap memasuki pasar. Dukungan pemerintah, pihak Kelurahan Tanjung, akademisi, pelaku usaha, dan tim Cakap Kreatif memperkuat proses dari produksi hingga pemasaran.
Harapan untuk usaha dan gambut yang berkelanjutan
Ismi Firdaus selaku Koordinator Provinsi Jambi IMPLI berharap Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki terus menjaga mutu, memperluas pemasaran, dan menjadi contoh bagi kelompok lain dalam mengembangkan usaha yang selaras dengan keberlanjutan kawasan gambut.
Dari Kelurahan Tanjung, pemberdayaan ini membawa pesan penting: perlindungan gambut dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan searah ketika masyarakat menjadi pelaku utama. Semakin kuat usaha kelompok, semakin besar pula kepentingan bersama untuk merawat sumber daya dan masa depan kawasan. (Red)
